Tampilkan postingan dengan label CABANG BUDIDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CABANG BUDIDAYA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Desember 2010

Budidaya Ikan Di Danau Padang Golf

Budidaya Ikan Di Danau Padang Golf


Dalam rangka mengejar target produksi 353 % pada tahun 2015 nanti, Direktorat jenderal perikanan Budidaya tidak main-main dalam memajukan budidaya ikan. Segala bentuk lahan yang sekiranya dapat dijadikan untuk budidaya ikan, akan dijadikan lahan untuk perikanan budidaya.

Belum lama ini, DJPB telah berupaya melakukan terobosan dengan melakukan budidaya ikan nila dan ikan patin di lahan danau padang golf Markas Besar Tentara Indonesia, Cilangkap jakarta.

Dalam satu kesempatan, Sekretaris Direktorat Jenderal, Ir. Syamsuddin, menawarkan untuk melakukan restocking (penebaran benih ikan air tawar) di sebuah danau yang biasa dilewati ketika bermain golf. Ide ini tidak datang dengan sendirinya, namun dari banyak pertemuan dalam berolah raga golf.

Bahwa kepekaan para Pejabat lingkup Direktorat jenderal perikanan pada lingkungan untuk dijadikan lahan dalam budidaya membuat DJPB berkeyakinan, bahwa potensi lahan yang ada di sekitar dapat dijadikann lahan untuk membudidayakan ikan.

Pada tanggal 19 September 2010, sehabis main golf, Sesditjen Perikanan Budidaya, Ir. Syamsuddin dan dampingi pejabat eselon III diterima Letkol Infantri Drs. Eko Nusantara, Mewakili Kepala Padang Golf Mabes Tentara Nasional Indonesia. Melakukan restocking di danau sekitar Lapangan golf.

Jenis komoditas yang ditebar di danau Adapun jenis ikan yang ditebar adalaah Ikan Nila sebanyak 7500 (tujuh ribu lima ratus ribu) benih ikan nila ukuran 5-8 cm, dan sebanyak 7500 (tujuh ribu lima ratus) ikan lele ukuran 5-7 cm). Dalam tiga bulan mendatang hasil restocking ini dapat dipanen.

Letkol Infantri Drs. Eko Nusantara, Mewakili Kepala Padang Golf Mabes Tentara Nasional Indonesia sangat senang dan antuasi dalam acara ini. Menurut beliau tidak menutup kemungkinan di masa mendatang lahan danau ini dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Sementara itu Sisditjenkan Budidaya, Ir. Syamsuddin mengungkapkan di Jabotabek ada sekitar 33 danau serupa, dan dimungkinkan untuk ditebar benih ikan nila, patin dan lele. “restocking di Danau Padang Golf Mabes Ini baru penjajakan. Di masa mendatang kita akan juga menebar benih ikan air tawar lainnya”.

Sesditjenkan Budidaya memproyeksikan, bila ke 33 danau ditebar ikan masing-masing danau di 1 juta ekor. Dalam waktu hanya tiga bulan dapat menghasilkan tak kurang dari 33 juta ton ikan. “katakan ikannya yang hidup hanya 50%. Berarti tak kurang dari 15 juta ton bisa dipanen” ungkap Sesditjen optimis.

Sesditjenkan Budidaya, sedang menebar ikan di Danau PAdang Golf

sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id

Selasa, 15 Juni 2010

Kiat Sukses Minapadi

Kiat Sukses Minapadi

Menjalankan usaha minapadi ini tidak terlalu rumit, asalkan kita memiliki kiat yang tepat sehingga dua komoditi ini memberi untuk berlipat. Ada beberapa kunci keberhasilan diantaranya, ketetapan memilih jenis padi yang cocok untuk minapadi, penerapan teknologi budidaya padi dan ikan yang sesuai sehingga mampu memberi untung.

1. Padi yang cocok untuk sistem minapadi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
* Pengakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan.
* Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air.
* Batang kuat dan tidak mudah reba, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi.
* Tahan genangan pada awal pertumbuhan
* Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat.
* Tahan hama dan penyakit.

2. Perhatikan teknik pembuatan parit (caren)
Pada berfungsi sebagai tempat penampungan air pada saat berlangsung pemeliharaan ikan. Parit dibuat sebelum pengolahan tanah terakhir (perataan tanah) fungsi parit adalah :
* Melindungi ikan dari kekeringan pada saat terjadi kebocoran ;
* Memudahkan panen ikan ;
* Tempat memberi makan ikan ;
* Memudahkan ikan bergerak keseluruh petakan.

3. Pemilihan Benih Ikan
Kondisi perairan pada lahan sawah mengandung resiko ekologis yang tinggi bagi usaha budidaya ikan yaitu fluktuasi pasok dan mutu air. Sehingga pada kegiatan ini perlu dilakukan pemilihan benih yang unggul yaitu tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit.

4. Sistem Tanam Padi
Padi yang ditanam dengan model mina padi ada dua cara, yaitu : sistem tanam pindah biasa dan sistem tanam pindah legowo.
1. sistem tanam pindah biasa
* Jarak tanam 25 x 25 cm
* Jumlah bibit 2 - 3 batang per rumpun
2. sistem tanam pindah legowo
* Tanam pindah sistem legowo 2 : , artinya dua baris ditanami dan dua baris kosong secara berselang - selang ;
* Ruang terbuka 50% dari total luas pertanaman ;
* Jarak tanam 25 x 25 cm.

5. Penebaran Benih Ikan
Penebaran benih ikan dilakukan 30 hari setelah penanaman padi dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Padat penebaran yang dilakukan di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLPUPPB) Karawang pada umumnya 100 ekor/m2.

6. Pemeliharaan
Lama pemeliharaan ikan pada sistem minapadi tergantung pada ukuran benih ddan besarnya ikan yang akan dipanen. Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang melakukan kegiatan budidaya ikan (Pendederan) nila atau ikan mas selama 40 - 60 hari masa pemeliharaan. Selama masa pemeliharaan ikan, ketersediaan pakan alami diupayakan selalu tersedia, oleh karena itu upaya penyuburan sawah dengan pupuk organik dapat dilakukan. Selain mengandalkan pakan alami pada masa pemeliharaan ikan ini juga dilakukan pemberian pakan buatan.
Pemeliharaan padi dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya penyiangan, penyulaman tanaman padi yang mati dengan cara menyulam dari bibit yang telah disediakan/dicadangkan, serta pemupukan.

7. Panen Ikan
Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit/caren. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan.
Pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti permanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawah.

Keragaan hasil Padi dan Ikan pada Budidaya Minapadi

No Uraian
Produksi
Harga (Rp)
Jumlah
1 Produksi gabah (kg/Ha)
4400 kg
2800
12.320.000
2 Produksi Ikan
720 kg 15000
10.800.000
Jumlah 23.120.000





Sumber : Majalah Demersal Edisi Mei 2010

Pages